Selasa, 18 September 2007

pertemuan bayang

apa lagi-yang-kau mau?

telah kusisihkan 6 jam setiap hari
kadang pula setiap malam
membangun sebuah jalan
di atas orang lalu lalang
yang mungkin menuju halaman
tempatmu membuat ayunan

sebuah jalan
tepatnya sebuah jembatan
hanya kita yang paham
cara melangkah pada ubin
juga berpegang di temali

apa lagi-yang-kau mau?

sekarang kau harus tau
wajahku menyimpan kerutan
beberapa baris kerutan
yang harus kusimpan
saat kau memanggilku datang
hanya untuk membuang sia rayuan

pahamlah, sayang

segala waktu yang berisi
ketakjumpaan kita
kuisi dengan pertemuan lalu

terus berulang
hingga pertemuan akan datang

Makassar, 18 September 2007

3 komentar:

artja mengatakan...

Saya beberapa kali baca puisi ini, dengan waktu yang beda-beda, tapi belum "mudheng-mudheng" juga.
Nggak tau kenapa, tapi puisi ini sangat "terasa" saat saya baca ketika baru bangun tidur untuk sahur. Yang jelas, saya suka puisi ini...

al-Muzzammil mengatakan...

achy... saya suka sekaliki'....
puisita'

Anonim mengatakan...

Setuju tuh sama artja...dah 2x baca tapi ota belum nyambung juga....(dasar aja u ed ngga suka puisi)