Senin, 04 Juni 2007

surat untuk dia

: m.aan mansyur

Anggap saja,
kau mengenalku di suatu masa lalu
walau ragu
meski kau memang mengenalku

Tangga kedua telah kumasuki saat itu
Setinggi hidup dalam bulanku

Seperti hari yang haru
Kemarin, tangga pertama menyambutku
Namun tubuhmu mendiamkanku berlarut
tentu

Langkah malu
Sepanjang bulan dan matahari baru
Menyisipkan gelap di setiap saku baju
Menghapus bulir yang menetap kaku
di sudut mata keluhku

Mengenang kau kala berubah guru
Membacakan puisi dan cerita dari waktu
Ujung lidah menebar wangi harum
Menyusupi telinga menyusuri jasadku
Membangunkan darah tulang dagingku
Membagikan mimpi indah dari buku

"Anggap saja, kau mengenalku", katamu
saat itu

Makassar, 2 Juni 2007

4 komentar:

m aan mansyur mengatakan...

ya, anggap saja kau mengenalku!

halamanpuisi@gmail.com mengatakan...

walau ragu
meski aku memang tak mengenalmu
ya, akan kuanggap seperti itu

al-Muzzammil mengatakan...

Ci, puisi ini yang kumaksudkan. mantap! (kutipan dari salah satu iklan radio komunitas makassar)

halamanpuisi@gmail.com mengatakan...

maksudnya yg mana...apaan? tdk mengerti?